Rusia Akhiri Jeda Serangan, Hantam Kharkiv. Rusia mengakhiri jeda serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina dan kembali melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Kharkiv pada malam hingga dini hari 4 Februari 2026. Dalam rentang waktu kurang dari 12 jam, puluhan rudal balistik dan ratusan drone menyasar pembangkit listrik, gardu induk, serta fasilitas pemanas di kota terbesar kedua Ukraina. Akibatnya, lebih dari 600.000 rumah tangga di Kharkiv dan sekitarnya kehilangan listrik serta pemanas di tengah suhu yang mencapai minus 18 hingga minus 22 derajat Celsius. Serangan ini menjadi salah satu yang terparah terhadap Kharkiv sejak awal musim dingin dan menandai kembalinya Rusia ke strategi penghancuran sistem energi secara sistematis. INFO CASINO
Detail Serangan dan Sasaran Utama: Rusia Akhiri Jeda Serangan, Hantam Kharkiv
Serangan dimulai sekitar pukul 21.00 waktu setempat dengan gelombang pertama drone Shahed dan drone pengintai. Tak lama kemudian menyusul rudal balistik Iskander-M dan rudal jelajah Kh-101 serta Kh-22 yang diluncurkan dari wilayah Rusia dan perairan Laut Hitam. Menurut data pertahanan udara Ukraina, dari sekitar 60 rudal dan 170 drone yang diluncurkan menuju wilayah Kharkiv dan Sumy, 42 rudal dan 112 drone berhasil ditembak jatuh. Namun, sisanya berhasil menembus dan menghantam target.
Sasaran utama adalah pembangkit termal CHPP-5, gardu induk utama 330 kV, serta beberapa gardu distribusi di distrik Shevchenkivskyi dan Industrialnyi. Kerusakan berat terjadi pada peralatan transformator dan turbin, sehingga pemadaman listrik berskala besar tidak bisa dihindari. Fasilitas pemanas gabungan (teplokompleks) juga terdampak, menyebabkan sistem pemanas sentral kota mati total di sebagian besar wilayah. Beberapa ledakan dilaporkan terjadi di kawasan pemukiman, dengan serpihan rudal menghantam blok apartemen dan rumah sakit.
Gubernur Kharkiv Oleh Syniehubov menyatakan bahwa serangan ini sengaja dilakukan pada malam hari dengan suhu ekstrem untuk memaksimalkan penderitaan penduduk sipil. Ia menyebut serangan ini sebagai “teror energi” yang bertujuan melemahkan ketahanan warga sebelum musim semi tiba.
Dampak terhadap Warga dan Upaya Tanggap Darurat: Rusia Akhiri Jeda Serangan, Hantam Kharkiv
Lebih dari 600.000 konsumen listrik dan hampir seluruh sistem pemanas kota terputus. Ribuan keluarga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan darurat yang disediakan pemerintah kota, meski kapasitasnya terbatas. Rumah sakit besar di Kharkiv beralih ke generator, namun pasokan bahan bakar diesel mulai menipis. Beberapa pasien yang bergantung pada alat bantu pernapasan harus dipindahkan ke fasilitas lain di wilayah yang masih berlistrik.
Petugas darurat bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi warga dari gedung yang terdampak langsung. Setidaknya 18 orang terluka, tiga di antaranya dalam kondisi berat akibat serpihan dan runtuhan. Suhu dalam ruangan di banyak apartemen turun drastis hingga mendekati titik beku, meningkatkan risiko hipotermia, terutama pada anak-anak dan lansia.
Pemerintah Ukraina langsung mengumumkan status darurat di wilayah Kharkiv. Bantuan dari daerah lain mulai dikirim, termasuk genset besar, selimut termal, dan makanan hangat. Presiden Zelensky dalam pernyataan malam itu menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa Rusia tidak memiliki niat sungguh-sungguh untuk perdamaian dan hanya menggunakan jeda sebelumnya untuk mempersiapkan serangan baru.
Kesimpulan
Kembalinya serangan Rusia ke Kharkiv setelah jeda sementara menunjukkan bahwa strategi penghancuran infrastruktur energi masih menjadi prioritas utama Moskow di musim dingin ini. Dampak langsungnya sangat berat bagi ratusan ribu warga yang harus bertahan tanpa listrik dan pemanas di cuaca beku. Meski pertahanan udara Ukraina berhasil menangkis sebagian besar proyektil, kerusakan yang terjadi tetap signifikan dan akan membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan untuk diperbaiki sepenuhnya.
Situasi ini sekali lagi menggarisbawahi urgensi pengiriman sistem pertahanan udara tambahan ke Ukraina, terutama untuk melindungi kota-kota besar dan fasilitas energi. Bagi warga Kharkiv, malam itu bukan hanya soal ledakan di langit, melainkan perjuangan bertahan hidup di tengah kegelapan dan dingin yang semakin menusuk.