Putaran Kedua Damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi

Putaran Kedua Damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi

Putaran Kedua Damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi. Putaran kedua perundingan damai antara Rusia dan Ukraina berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 4–5 Februari 2026. Pertemuan ini melanjutkan dialog trilateral yang dimulai akhir Januari lalu, dengan Amerika Serikat kembali berperan sebagai mediator utama. Delegasi Rusia dipimpin Direktur SVR Sergei Naryshkin, Ukraina oleh Kepala Kantor Presiden Andriy Yermak, dan AS oleh utusan khusus Steve Witkoff. Hari pertama disebut “produktif” oleh kedua belah pihak, dengan kesepakatan lanjutan pertukaran tahanan sebanyak 380 orang serta komitmen untuk membahas koridor kemanusiaan di wilayah konflik. Namun hingga akhir putaran kedua, belum ada terobosan besar terkait gencatan senjata atau status wilayah yang dikuasai Rusia. INFO CASINO

Isi Pembahasan dan Kemajuan: Putaran Kedua Damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi

Perundingan berfokus pada tiga agenda utama:
Pertukaran tahanan dan koridor kemanusiaan. Kedua pihak sepakat memperluas daftar tahanan yang akan ditukar, termasuk 180 tentara Ukraina dan 200 tentara Rusia. Komitmen untuk membuka koridor evakuasi warga sipil di Donetsk dan Kherson juga disetujui, meski detail teknis masih dibahas.
Status wilayah pendudukan. Rusia tetap menuntut pengakuan atas Krimea serta empat wilayah yang dianeksasi pada 2022 (Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, Kherson). Ukraina menolak mentah-mentah dan menegaskan bahwa penarikan pasukan Rusia adalah prasyarat utama. AS mengusulkan formula “pembekuan konflik” sementara dengan jaminan keamanan multilateral, tapi kedua pihak belum mencapai titik temu.
Jaminan keamanan pasca-perang. Ukraina menuntut jaminan keamanan yang mengikat dari AS dan NATO, sementara Rusia bersikeras Ukraina harus tetap netral dan tidak bergabung dengan aliansi militer Barat. Pembahasan ini masih sangat alot dan baru mencapai tahap pendahuluan.
Delegasi bertemu selama dua hari penuh dengan sesi bilateral dan trilateral. Tidak ada pernyataan bersama resmi, tapi masing-masing pihak mengeluarkan keterangan terpisah yang menekankan “kemajuan substantif” tanpa detail konkret.

Reaksi dan Dampak di Lapangan: Putaran Kedua Damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa perundingan “berjalan sulit tapi tetap berjalan”, dan menegaskan bahwa Ukraina tidak akan menyerahkan wilayahnya. Dari Moskow, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut ada “langkah maju” tapi menekankan bahwa posisi Rusia tidak berubah terkait wilayah yang dianggap bagian dari Federasi Rusia. Pemerintah AS melalui utusan Witkoff menyebut pertemuan ini “konstruktif” dan berjanji akan terus memfasilitasi dialog.
Di lapangan, situasi tetap tegang. Selama dua hari perundingan, Rusia melancarkan serangan drone ke infrastruktur energi di Kyiv dan Kharkiv, menyebabkan pemadaman listrik di beberapa distrik. Ukraina melaporkan kemajuan kecil di front Pokrovsk dengan merebut kembali dua desa kecil. Kedua belah pihak tetap saling tuding melanggar komitmen kemanusiaan meski ada kesepakatan tahanan.

Kesimpulan

Putaran kedua perundingan damai Rusia-Ukraina di Abu Dhabi menunjukkan bahwa dialog masih berjalan, meski jarak pandangan kedua pihak tetap lebar. Kesepakatan pertukaran tahanan dan komitmen koridor kemanusiaan menjadi hasil konkret yang patut diapresiasi, tapi isu teritorial dan jaminan keamanan masih menjadi hambatan utama. Peran mediasi Amerika Serikat dan lokasi netral Abu Dhabi memberikan ruang bagi kedua pihak untuk terus berbicara tanpa tekanan langsung dari medan perang. Namun tanpa terobosan besar dalam waktu dekat, risiko eskalasi militer tetap tinggi. Dunia menunggu apakah perundingan ini hanya formalitas atau benar-benar membuka jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Semoga langkah kecil ini menjadi awal dari akhir konflik yang telah memakan korban terlalu banyak.

BACA SELENGKAPNYA DI….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *