Perundingan Ukraina: Tidak Ada Kemajuan Besar

Perundingan Ukraina: Tidak Ada Kemajuan Besar

Perundingan Ukraina: Tidak Ada Kemajuan Besar. Perundingan damai antara Ukraina dan Rusia kembali berlangsung di Doha, Qatar, pada 12–13 Februari 2026. Pertemuan tingkat delegasi tinggi ini difasilitasi Qatar dan Mesir, dengan kehadiran wakil dari AS, Uni Eropa, dan Turki sebagai pengamat. Setelah hampir sepuluh jam diskusi selama dua hari, kedua pihak mengakui bahwa tidak ada terobosan signifikan yang tercapai. Delegasi Ukraina dan Rusia sepakat melanjutkan pembicaraan di level teknis, tetapi gencatan senjata sementara yang rapuh tetap menjadi satu-satunya hasil nyata sejauh ini. Situasi di lapangan masih tegang, dengan laporan serangan rudal dan drone di wilayah timur Ukraina terus berlanjut meski pembicaraan sedang berlangsung. REVIEW KOMIK

Posisi Kedua Pihak: Perundingan Ukraina: Tidak Ada Kemajuan Besar

Delegasi Ukraina, yang dipimpin Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba, menuntut tiga hal utama: penghentian total serangan rudal terhadap infrastruktur sipil, penarikan pasukan Rusia dari wilayah pendudukan sejak 2014 dan 2022, serta jaminan keamanan jangka panjang yang mengikat secara hukum internasional. Kyiv juga menolak keras setiap pembicaraan tentang “netralitas permanen” atau pengakuan wilayah yang diduduki Rusia. Zelenskyy menegaskan melalui pernyataan resmi bahwa “tidak ada kompromi atas kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina”.
Di sisi Rusia, delegasi yang dipimpin Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov menyatakan bahwa prasyarat utama adalah pengakuan realitas di lapangan—termasuk status empat wilayah yang dianeksasi pada 2022—serta penghentian pengiriman senjata Barat ke Ukraina. Moskow bersedia membahas gencatan senjata sementara selama 90 hari dengan syarat Ukraina tidak menerima bantuan militer baru selama periode tersebut. Rusia juga menuntut pencabutan sebagian sanksi ekonomi Barat sebagai “langkah saling percaya”. Kedua pihak sepakat bahwa pembicaraan teknis akan dilanjutkan di Riyadh pekan depan, tapi belum ada jadwal pertemuan tingkat kepala negara.

Reaksi Internasional dan Situasi Lapangan: Perundingan Ukraina: Tidak Ada Kemajuan Besar

AS melalui juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan mendukung “setiap upaya diplomasi yang serius”, tapi menegaskan bahwa Washington tidak akan mengurangi dukungan militer selama Rusia tidak menunjukkan komitmen nyata. Uni Eropa melalui Josep Borrell menyebut hasil Doha “mengecewakan tapi tidak mengejutkan”, dan menekankan bahwa sanksi akan tetap berlaku sampai ada kemajuan substansial. China dan India, dua mediator tidak resmi, menyatakan harapan agar kedua pihak terus berunding tanpa prasyarat yang berlebihan.
Di lapangan, situasi masih panas. Rusia melancarkan serangan rudal balistik ke infrastruktur energi di Kharkiv dan Sumy pada malam pembicaraan, menyebabkan pemadaman listrik di lebih dari 200 ribu rumah tangga. Ukraina membalas dengan serangan drone ke gudang amunisi di Belgorod. Korban sipil dalam 48 jam terakhir dilaporkan mencapai 18 tewas dan lebih dari 60 luka-luka, sebagian besar akibat serangan rudal dan artileri. Jumlah pengungsi internal Ukraina kini mendekati 6,5 juta orang, sementara lebih dari 6 juta lainnya berada di luar negeri.

Kesimpulan

Perundingan di Doha sekali lagi menunjukkan betapa sulitnya mencapai terobosan di konflik Ukraina yang sudah memasuki tahun kelima. Tidak adanya kemajuan besar bukan hal baru, tapi juga bukan akhir dari harapan. Kedua pihak masih bersedia berbicara, dan mediator seperti Qatar serta Turki terus berperan aktif. Namun tanpa kompromi nyata soal wilayah, keamanan, dan sanksi, gencatan senjata sementara kemungkinan besar hanya akan menjadi jeda taktis, bukan perdamaian berkelanjutan. Bagi masyarakat Ukraina yang masih bertahan di tengah musim dingin dan serangan terus-menerus, setiap pembicaraan adalah secercah harapan—meski harapan itu terasa semakin tipis. Dunia kini menunggu apakah pertemuan teknis di Riyadh bisa membawa sesuatu yang lebih konkret, atau hanya akan memperpanjang penderitaan yang sudah terlalu lama berlangsung.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *