Penumpang MRT Jakarta Boleh Buka Puasa di Kereta. PT MRT Jakarta resmi mengizinkan penumpang berbuka puasa di dalam kereta selama bulan Ramadan 2026. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Maret 2026 (hari pertama puasa) hingga akhir Ramadan dan diumumkan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat pada 19 Februari 2026. Aturan baru ini merupakan kelanjutan dari kebijakan serupa tahun-tahun sebelumnya yang mendapat respons positif dari pengguna MRT, terutama pekerja kantoran dan pelajar yang sering pulang malam. Meski dibolehkan, penumpang tetap diwajibkan menjaga kebersihan, tidak meninggalkan sampah, dan menghindari makanan/minuman yang berbau menyengat agar kenyamanan bersama tetap terjaga. Kebijakan ini berlaku di seluruh rangkaian MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus. MAKNA LAGU
Aturan dan Ketentuan yang Berlaku: Penumpang MRT Jakarta Boleh Buka Puasa di Kereta
Menurut pengumuman resmi, penumpang boleh membuka puasa di dalam kereta dengan beberapa batasan yang jelas:
Dibolehkan mengonsumsi makanan/minuman ringan seperti kurma, air mineral, roti, buah potong, atau minuman kemasan tertutup.
Tidak diperbolehkan makanan berkuah, berbau kuat (seperti rendang, jengkol, durian, atau makanan pedas), serta makanan yang mudah tercecer (seperti bubur ayam atau soto).
Sampah harus dibawa turun dan dibuang di tempat sampah yang tersedia di stasiun, bukan ditinggalkan di kereta.
Penumpang diimbau berbuka secara sederhana dan cepat, terutama pada jam sibuk (17.00–20.00 WIB) agar tidak mengganggu penumpang lain.
Petugas keamanan dan customer service MRT akan mengingatkan secara langsung jika ada pelanggaran.
Kebijakan ini berlaku di seluruh rangkaian kereta dan semua stasiun MRT Jakarta. PT MRT Jakarta juga menambah jumlah tempat sampah di setiap stasiun dan menyediakan titik air minum tambahan di beberapa stasiun besar seperti Bundaran HI, Dukuh Atas, dan Lebak Bulus agar penumpang bisa berbuka dengan lebih nyaman.
Respons Pengguna dan Antisipasi Operasional: Penumpang MRT Jakarta Boleh Buka Puasa di Kereta
Sejak pengumuman pada 19 Februari, kebijakan ini mendapat respons mayoritas positif dari warganet dan pengguna MRT. Banyak penumpang yang bekerja hingga sore atau maghrib mengaku lega karena tidak perlu buru-buru turun di stasiun terdekat hanya untuk berbuka. Di media sosial, tagar #BukaPuasaDiMRT dan #MRTBerbuka menjadi trending pada malam harinya, dengan banyak cerita pengalaman positif tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, PT MRT Jakarta menyiapkan langkah antisipasi agar kenyamanan tetap terjaga. Petugas kebersihan akan melakukan pembersihan ekstra setiap 30–45 menit di kereta yang ramai. Petugas keamanan juga ditempatkan lebih banyak di gerbong tengah dan ujung pada jam 17.30–19.30 WIB. Selain itu, pengumuman melalui speaker kereta akan rutin mengingatkan penumpang untuk menjaga kebersihan dan menghormati sesama pengguna. Jika terjadi pelanggaran berulang, petugas berhak meminta penumpang turun di stasiun terdekat sesuai aturan layanan.
Kesimpulan
Kebijakan PT MRT Jakarta yang mengizinkan penumpang berbuka puasa di kereta selama Ramadan 2026 menunjukkan upaya nyata memberikan kenyamanan bagi pengguna transportasi publik yang menjalankan ibadah. Dengan aturan jelas tentang jenis makanan, kebersihan, dan pengawasan petugas, kebijakan ini diharapkan tetap berjalan kondusif tanpa mengganggu kenyamanan penumpang lain. Di tengah Februari 2026, langkah ini menjadi contoh baik bagaimana layanan publik bisa adaptif terhadap kebutuhan masyarakat tanpa mengorbankan standar operasional. Semoga Ramadan tahun ini berjalan lancar bagi seluruh pengguna MRT Jakarta—baik yang berpuasa maupun tidak—dan semangat saling menghormati tetap terjaga di setiap perjalanan.