Bocah 10 Tahun Ditikam Saat Berada di Sekolah Rusia. Seorang bocah berusia 10 tahun tewas ditikam oleh siswa remaja di sebuah sekolah di wilayah Moskow, Rusia, pada 16 Desember 2025. Insiden tragis ini terjadi di sekolah menengah Uspenskaya di pemukiman Gorki-2, Odintsovo, saat jam pelajaran pagi. Pelaku, seorang siswa kelas 9 berusia 15 tahun, menyerang dengan pisau setelah menyemprot pepper spray ke petugas keamanan. Kejadian ini memicu kepanikan massal dan respons cepat dari unit khusus polisi, menambah daftar kekerasan di sekolah Rusia yang semakin sering terjadi belakangan. BERITA BOLA
Kronologi Serangan: Bocah 10 Tahun Ditikam Saat Berada di Sekolah Rusia
Serangan dimulai sekitar pukul 9 pagi waktu setempat. Pelaku, mengenakan helm dan masker, memasuki gedung sekolah dan langsung menargetkan korban. Ia menyemprot pepper spray ke wajah petugas keamanan berusia 32 tahun yang mencoba menghentikannya, lalu menikamnya dari belakang. Setelah itu, pelaku mengejar seorang bocah kelas 4 dan menikamnya beberapa kali di leher serta tubuh hingga tewas di tempat. Video yang direkam pelaku sendiri menunjukkan ia bertanya tentang etnis siswa sebelum menyerang, lalu merekam aksi tersebut. Pelaku sempat mengunci diri di ruang kelas dengan satu siswa sebagai sandera, tapi akhirnya ditangkap tanpa perlawanan lebih lanjut. Petugas keamanan selamat meski luka berat, sementara sekolah dievakuasi dan orang tua berkerumun di luar gedung.
Profil Pelaku dan Dugaan Motif: Bocah 10 Tahun Ditikam Saat Berada di Sekolah Rusia
Pelaku adalah siswa berusia 15 tahun yang mengenakan kaus bertuliskan slogan nihilistik dan helm dengan simbol ekstremis, termasuk slogan rasis dan anti-agama. Dugaan motif kuat mengarah pada kebencian etnis, karena korban diketahui berkewarganegaraan Tajikistan, dan pelaku sempat tanya identitas etnis sebelum serang. Polisi temukan manifesto dan video di ponselnya, serta riwayat postingan radikal. Ini jadi sorotan karena pelaku punya akses senjata legal di rumah, meski pisau digunakan kali ini. Investigasi fokus pada pengaruh ideologi ekstrem online atau kelompok radikal, dengan kemungkinan perjalanan luar negeri terkait pelatihan. Kasus ini jadi yang kedua dalam dua hari berturut-turut soal kekerasan sekolah di Rusia.
Respons Pihak Berwenang dan Masyarakat
Polisi dan unit khusus langsung gerak, tangkap pelaku tanpa tembakan. Komite Investigasi Rusia buka kasus pembunuhan dan percobaan pembunuhan. Ombudsman anak wilayah Moskow janji bantu psikologis bagi siswa dan keluarga. Masyarakat shock, dengan vigil dan doa untuk korban, termasuk anak-anak yang trauma. Insiden ini picu debat soal keamanan sekolah, akses senjata, dan pengaruh ekstremisme pada remaja. Pemerintah daerah tingkatkan pengawasan di sekolah-sekolah lain, sementara publik tuntut langkah preventif lebih tegas.
Kesimpulan
Tragedi penikaman bocah 10 tahun di sekolah Rusia jadi pengingat mengerikan atas ancaman kekerasan di lingkungan pendidikan. Dari motif dugaan rasis hingga aksi yang direkam sendiri, kasus ini tunjukkan kompleksitas masalah radikalisme remaja. Respons cepat aparat selamatkan nyawa lebih banyak, tapi duka keluarga korban tak tergantikan. Rusia, dengan aturan senjata ketat, kini hadapi tantangan baru lawan ekstremisme digital. Harapannya investigasi ungkap akar masalah, agar sekolah tetap tempat aman bagi anak-anak. Kejadian ini bisa jadi momentum perkuat pencegahan dan edukasi di masyarakat.