Seorang Remaja Palestina Ditembaki Oleh Tentara Israel

seorang-remaja-palestina-ditembaki-oleh-tentara-israel

Seorang Remaja Palestina Ditembaki Oleh Tentara Israel. Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun tewas ditembak di Tepi Barat yang diduduki pada 15 Desember 2025. Ammar Yaser Sabbah menjadi korban saat pasukan Israel melakukan razia di kota Tuqu’, dekat Bethlehem. Ia tertembak di dada dan meninggal meski sudah dibawa ke rumah sakit. Kejadian ini terjadi di tengah bentrokan, di mana militer Israel menyebut ada lemparan batu ke arah pasukan mereka. Insiden serupa berlanjut keesokan harinya, dengan remaja lain tewas akibat tembakan settler pasca pemakaman Sabbah, menambah ketegangan di kawasan tersebut. BERITA BOLA

Kronologi Kejadian: Seorang Remaja Palestina Ditembaki Oleh Tentara Israel

Pasukan Israel memasuki Tuqu’ pada Senin malam untuk operasi rutin. Mereka mengambil posisi di pusat kota, yang memicu konfrontasi dengan warga lokal. Menurut laporan, pasukan mulai menembak setelah ada aksi lempar batu. Sabbah tertembak langsung di dada saat berada di area tersebut. Ia segera dilarikan ke fasilitas medis terdekat, tapi nyawanya tak tertolong. Keesokan harinya, saat pemakaman Sabbah, sekelompok pemuda berkumpul di jalan utama. Di situ, seorang settler menembak remaja 16 tahun lain di kepala, menyebabkan kematian seketika. Militer Israel sedang menyelidiki kedua insiden, sambil menyatakan respons mereka terhadap ancaman langsung.

Respons Pihak Terkait: Seorang Remaja Palestina Ditembaki Oleh Tentara Israel

Warga Tuqu’ dan pejabat setempat menyatakan duka mendalam sekaligus kemarahan. Kepala dewan kota menyebut penembakan sebagai tindakan berlebihan, terutama karena korban adalah remaja. Kementerian Kesehatan Palestina mencatat ini sebagai bagian dari lonjakan kekerasan tahun ini, dengan puluhan anak di bawah umur jadi korban. Di sisi lain, militer Israel menegaskan pasukan bertindak sesuai prosedur saat menghadapi kerusuhan yang membahayakan. Mereka menyebut lemparan batu sebagai risiko nyata bagi personel dan warga sipil. Investigasi internal sedang berjalan untuk memastikan aturan tembak dipatuhi.

Konteks Kekerasan di Tepi Barat

Tepi Barat terus mengalami eskalasi sejak dua tahun terakhir, dengan razia militer hampir setiap hari di berbagai kota. Serangan settler terhadap warga Palestina juga meningkat tajam, sering tanpa intervensi cepat. Tahun 2025 ini tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan, dengan ratusan korban jiwa dari pihak Palestina, termasuk banyak remaja dan anak-anak. Faktor pemicu meliputi perluasan pemukiman, pembatasan gerak, dan bentrokan sporadis. Situasi di Tuqu’ mencerminkan pola lebih luas, di mana insiden kecil bisa cepat berubah fatal karena kehadiran senjata api dari kedua belah pihak.

Kesimpulan

Kematian remaja Palestina di Tuqu’ menyoroti betapa rapuhnya situasi di Tepi Barat yang diduduki. Meski ada klaim ancaman dari kedua sisi, korban jiwa di kalangan muda terus bertambah, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan komunitas. Diperlukan upaya lebih serius untuk meredakan ketegangan, termasuk penegakan hukum yang adil dan dialog antarpihak. Tanpa langkah konkret, kejadian serupa berisiko terulang, memperburuk siklus kekerasan yang sudah lama berlangsung. Harapan tetap pada solusi damai yang melindungi hak semua warga di kawasan itu.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *