Gubernur DKI Jakarta Ingin Gelar Lomba Atasi Macet Sampah. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana gelar lomba inovasi khusus Generasi Z untuk cari solusi atasi dua masalah klasik ibu kota: kemacetan dan sampah. Pengumuman ini disampaikan saat acara Peluncuran Pelatihan Gig Economy dan AI Innovation Challenge di Jakarta Creative Hub, Kamis 18 Desember 2025. Lomba ini bagian dari perayaan menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027, dengan hadiah menarik termasuk berita terbaru fasilitasi kunjungan ke kota global seperti New York atau Beijing. Inisiatif ini ajak anak muda ikut berkontribusi ide kreatif, harap jadi katalis perubahan nyata di tengah timbulan sampah 8.000 ton per hari dan kemacetan yang makan waktu jutaan jam produktif warga.
Detail Lomba dan Tema Utama Untuk Atasi Macet Sampah
Lomba ini format hackathon atau kompetisi kolaboratif, dibuka selama dua bulan agar peserta punya waktu matang gagasan. Tema fokus dua: solusi mengatasi sampah dan solusi mengatasi kemacetan—dua isu prioritas Pramono sejak dilantik. “Lombanya adalah solusi mengatasi sampah atau solusi mengatasi kemacetan, sebagai kota global,” kata Pramono.
Peserta khusus Gen Z, karena mereka dianggap punya perspektif segar dan melek teknologi—bisa usul dari app pemilahan sampah AI hingga sistem transportasi pintar berbasis data. Pemenang dapat hadiah “menarik” yang difasilitasi Pemprov DKI, seperti studi banding ke kota maju untuk lihat best practice urban planning. Ini bukan lomba biasa; ide terbaik bisa diadopsi jadi program resmi, seperti integrasi dengan JakLingko atau TPS 3R yang sudah ada.
Alasan dan Harapan dari Pemprov Untuk Atasi Macet Sampah
Pramono tekankan anak muda harus ikut selesaikan masalah kota, bukan cuma kritik dari pinggir. “Pemprov ingin dorong Gen Z kontribusi ide dan solusi,” ujarnya. Jakarta sumbang 16,39% PDB nasional dan tumbuh 5,04% triwulan III 2025, tapi beban sampah dan macet jadi penghambat—timbulan sampah harian 8.000 ton, macet rugikan Rp100 triliun per tahun.
Dengan lomba ini, Pramono harap lahir inovasi bottom-up: misal app crowdsourcing laporan sampah liar atau AI prediksi kemacetan real-time. Ini lanjutkan komitmen gig economy dan AI, seperti pelatihan baru yang diluncurkan bersamaan—dorong Gen Z jadi agen perubahan di era digital.
Kesimpulan
Inisiatif Pramono gelar lomba atasi macet dan sampah khusus Gen Z jadi langkah cerdas sambut 500 tahun Jakarta—ajak anak muda beri solusi segar untuk dua masalah abadi ibu kota. Dengan hadiah fasilitasi kunjungan global dan potensi adopsi ide, lomba ini bisa jadi turning point: dari kritik jadi aksi nyata. Di tengah pertumbuhan ekonomi positif, ini peluang kolaborasi pemerintah-masyarakat untuk Jakarta lebih bersih, lancar, dan modern. Gen Z, saatnya tunjukkan ide terbaikmu—Jakarta butuh kalian!