Trump Akan Campur Tangan Dalam Gempur ISIS di Suriah

trump-akan-campur-tangan-dalam-gempur-isis-di-suriah

Trump Akan Campur Tangan Dalam Gempur ISIS di Suriah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan intervensi militer langsung terhadap kelompok Islamic State (ISIS) di Suriah pada 19 Desember 2025. Operasi besar-besaran ini menargetkan lebih dari 70 lokasi ISIS di wilayah tengah Suriah, sebagai balasan atas serangan pada 13 Desember yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil di Palmyra. Trump menyebut tindakan ini sebagai “pembalasan serius” yang telah dijanjikannya, sambil menekankan bahwa ini bukan awal perang baru, melainkan upaya membasmi ancaman terorisme. Serangan ini melibatkan aset udara canggih dan dukungan dari Yordania, menandai respons tegas pasca jatuhnya rezim sebelumnya di Suriah. BERITA BOLA

Latar Belakang Serangan Awal: Trump Akan Campur Tangan Dalam Gempur ISIS di Suriah

Serangan terhadap personel AS terjadi pada 13 Desember di Palmyra, situs bersejarah yang rawan aktivitas ISIS. Dua tentara dari Garda Nasional Iowa dan seorang penerjemah sipil tewas dalam penyergapan oleh seorang penyerang tunggal yang diduga terkait ISIS. Ini merupakan korban jiwa AS pertama di Suriah sejak perubahan pemerintahan pada 2024. Pasukan AS di Suriah, sekitar 1.000 personel, fokus mencegah kebangkitan ISIS yang masih memiliki ribuan tahanan dan keluarga di kamp-kamp. Trump langsung janjikan pembalasan kuat, dan operasi ini menjadi wujud nyata komitmen itu, dengan nama Operation Hawkeye Strike sebagai penghormatan kepada negara bagian asal korban.

Detail Operasi Militer: Trump Akan Campur Tangan Dalam Gempur ISIS di Suriah

Operasi melibatkan pesawat tempur, helikopter serang, dan artileri yang meluncurkan lebih dari 100 amunisi presisi terhadap infrastruktur, gudang senjata, dan posisi pejuang ISIS. Target tersebar di wilayah tengah seperti Deir ez-Zor, Raqqa, dan sekitar Palmyra. Pesawat tempur Yordania turut mendukung, menambah kekuatan koalisi. Trump sebut serangan ini “sangat sukses” dan menghantam keras basis ISIS yang mencoba bangkit kembali. Pemerintah Suriah baru menyatakan dukungan penuh, melihat ini sebagai bagian dari upaya bersama basmi terorisme tanpa tempat aman di wilayahnya.

Reaksi dan Dampak Regional

Pemerintah Suriah baru menyambut baik operasi ini, menegaskan komitmen intensif melawan ISIS dan ajakan kerjasama internasional. Hubungan AS-Suriah sedang membaik pasca perubahan rezim, dengan fokus stabilitas dan pemberantasan ekstremisme. Serangan ini beri sinyal kuat bahwa AS tidak akan biarkan ancaman terhadap pasukannya, meski bukan intervensi luas. Di sisi lain, ini soroti risiko ISIS manfaatkan kekosongan pasca konflik sebelumnya untuk rekrutmen dan serangan sporadis. Koalisi internasional tetap waspada, dengan harapan operasi ini melemahkan kemampuan operasional ISIS secara permanen.

Kesimpulan

Intervensi Trump terhadap ISIS di Suriah jadi respons tegas yang tepati janji pembalasan atas korban AS. Dengan serangan terhadap puluhan target dan dukungan regional, operasi ini perkuat upaya global lawan terorisme di wilayah rapuh. Meski bukan konflik baru, tindakan ini tunjukkan prioritas keamanan personel AS dan potensi masa depan lebih stabil bagi Suriah jika ISIS diberantas total. Situasi akan terus dipantau, tapi pesan jelas: ancaman terhadap AS akan dibalas dengan kekuatan penuh, demi lindungi kepentingan nasional dan stabilitas kawasan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *