Jakarta Terlihat Lengang Saat Liburan Natal dan Tahun Baru Jakarta terlihat lengang menjelang dan selama libur Natal 2025 serta Tahun Baru 2026. Banyak warga memilih mudik ke kampung halaman atau berlibur ke luar kota, membuat ruas jalan utama ibu kota lebih sepi dari biasanya. Data menunjukkan hampir satu juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek sejak H-7 Natal, dengan puncak arus mudik terjadi sekitar 24 Desember 2025. Kondisi ini menciptakan suasana tenang yang jarang terlihat di kota metropolitan ini. Peniadaan aturan ganjil genap pada 25-26 Desember 2025 dan 1 Januari 2026 juga mendukung kelancaran mobilitas bagi yang tetap tinggal. Meski demikian, kawasan wisata domestik masih ramai dikunjungi warga yang memilih merayakan di Jakarta. BERITA BASKET
Kondisi Lalu Lintas dan Arus Mudik: Jakarta Terlihat Lengang Saat Liburan Natal dan Tahun Baru
Arus mudik Natal 2025 dimulai sejak pertengahan Desember, dengan lonjakan signifikan terlihat pada akhir pekan sebelum Natal. Hampir 995 ribu kendaraan tercatat keluar dari Jabotabek hingga H-2 Natal, naik dibanding periode normal. Ruas tol utama seperti Jakarta-Cikampek dan Jagorawi menjadi jalur favorit pemudik menuju Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga timur. Pada hari Natal itu sendiri, jalanan protokol di pusat kota terpantau lengang, memungkinkan warga yang tinggal beraktivitas lebih leluasa, seperti berolahraga di kawasan Bundaran HI atau Sudirman.
Peniadaan ganjil genap selama hari libur nasional membuat lalu lintas lebih lancar bagi yang bergerak di dalam kota. Meski arus keluar tinggi, rekayasa lalu lintas seperti contraflow diterapkan di tol untuk mengurai kepadatan mudik. Secara keseluruhan, Jakarta mengalami penurunan volume kendaraan signifikan pada 25 Desember, memberikan napas segar bagi infrastruktur jalan yang biasanya padat.
Aktivitas Warga yang Tinggal: Jakarta Terlihat Lengang Saat Liburan Natal dan Tahun Baru
Bagi warga yang memilih tetap di Jakarta, lengangnya kota menjadi kesempatan emas untuk menikmati fasilitas umum tanpa antrean panjang. Kawasan seperti Monas, Kota Tua, dan Ancol masih menjadi tujuan favorit, meski dengan pengunjung lebih terkendali berkat rekayasa lalu lintas situasional. Banyak yang memanfaatkan jalan sepi untuk bersepeda, berlari, atau sekadar jalan-jalan keluarga. Event akhir tahun seperti festival cahaya di Bundaran HI juga menarik perhatian, menciptakan suasana meriah tapi tetap nyaman.
Lonjakan kunjungan diprediksi di destinasi wisata dalam kota, tapi dengan pengaturan satu arah dan pengawasan ketat, tidak sampai menimbulkan kemacetan parah. Warga yang tinggal sering menyebut momen ini sebagai “Jakarta yang berbeda”, di mana udara lebih segar dan mobilitas lebih mudah.
Dampak dan Pengelolaan Libur
Lengangnya Jakarta selama libur Nataru membawa dampak positif seperti penurunan polusi dan kemacetan harian. Namun, juga menantang sektor ekonomi lokal seperti pedagang kaki lima atau transportasi online yang biasa ramai. Pemerintah daerah menyiapkan pengamanan ekstra di tempat wisata dan rumah ibadah untuk memastikan perayaan berjalan aman. Prediksi arus balik pada awal Januari 2026 menjadi perhatian, dengan potensi kepadatan saat warga kembali ke ibu kota.
Secara keseluruhan, periode ini menunjukkan pola mobilitas masyarakat yang semakin terencana, dengan banyak memanfaatkan cuti bersama untuk berkumpul keluarga di luar Jakarta.
Kesimpulan
Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membuat Jakarta tampak lengang dan lebih manusiawi, berkat gelombang mudik besar-besaran. Kondisi ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi yang tinggal, tapi juga mengingatkan akan pentingnya keseimbangan antara mobilitas dan kualitas hidup di ibu kota. Dengan pengelolaan lalu lintas yang baik, momen langka ini bisa dinikmati tanpa gangguan berarti. Saat arus balik tiba, diharapkan kelancaran tetap terjaga, sehingga transisi kembali ke rutinitas berjalan mulus. Jakarta yang sepi ini menjadi pengingat bahwa kota besar pun bisa tenang di saat-saat spesial.