PLN Sedang Upayakan Pemulihan Listrik di Aceh. Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh sejak akhir November lalu, pasokan listrik di provinsi ini mengalami gangguan berat. Ribuan desa sempat gelap gulita, memengaruhi aktivitas sehari-hari masyarakat hingga fasilitas publik. Kini, upaya pemulihan terus digencarkan, dengan fokus utama pada wilayah yang masih terisolasi seperti Aceh Tengah. Proses ini melibatkan ribuan personel yang bekerja siang malam untuk mengembalikan aliran listrik secara bertahap. Meski tantangan medan sulit dan cuaca buruk masih ada, kemajuan signifikan sudah tercapai, memberikan harapan bagi warga yang menantikan kembalinya listrik normal. BERITA BOLA
Penyebab Gangguan dan Dampak Awal: PLN Sedang Upayakan Pemulihan Listrik di Aceh
Gangguan listrik bermula dari kerusakan infrastruktur akibat banjir dan longsor, yang merobohkan tower transmisi serta merusak gardu distribusi di berbagai kabupaten. Jalur vital seperti transmisi Pangkalan Brandan–Langsa dan Arun–Bireuen sempat terputus, menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera. Akibatnya, banyak wilayah mengalami pemadaman total atau bergilir, termasuk Banda Aceh dan sekitarnya. Dampaknya luas: rumah sakit kesulitan operasi, komunikasi terganggu, dan ekonomi lokal terhambat. Beberapa kabupaten seperti Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues menjadi yang paling parah terdampak, dengan akses jalan terbatas memperburuk situasi.
Progres Pemulihan Sistem Utama: PLN Sedang Upayakan Pemulihan Listrik di Aceh
Upaya pemulihan menunjukkan hasil positif di level transmisi dan pembangkitan. Seluruh 20 gardu induk kini telah beroperasi normal, didukung pemulihan jalur interkoneksi dengan Sumatera. Pembangkit utama juga kembali menyala secara optimal, memungkinkan pasokan daya besar dialirkan ke berbagai wilayah. Kolaborasi dengan instansi terkait membantu mempercepat mobilisasi peralatan, termasuk penggunaan helikopter untuk daerah sulit dijangkau. Hingga akhir Desember, sebagian besar sistem backbone sudah pulih, menjadi fondasi kuat untuk tahap distribusi selanjutnya. Proses ini dilakukan hati-hati untuk menjaga keandalan dan keselamatan.
Tantangan di Wilayah Terisolasi
Meski sistem utama sudah stabil, pemulihan di daerah pedalaman seperti Aceh Tengah masih menghadapi hambatan. Akses jalan darat terbatas dan cuaca ekstrem menyulitkan pengiriman material serta perbaikan gardu. Namun, ratusan gardu distribusi telah dinormalkan, berhasil menyala kembali di puluhan desa. Petugas lapangan terus bekerja dengan prioritas keselamatan, sambil memantau kondisi infrastruktur. Apresiasi datang dari pemerintah daerah setempat atas komitmen yang ditunjukkan, meski proses bertahap ini memerlukan kesabaran ekstra dari masyarakat.
Kesimpulan
Pemulihan listrik di Aceh pascabencana menunjukkan kemajuan berarti, dari sistem utama yang pulih hingga fokus pada distribusi ke rumah tangga. Tantangan tersisa di wilayah terpencil, tapi upaya maksimal terus dilakukan untuk memastikan semua warga segera menikmati pasokan stabil. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan, sekaligus pengingat pentingnya infrastruktur tangguh menghadapi bencana alam. Dengan langkah bertahap ini, Aceh diharapkan kembali beraktivitas normal, membawa kenyamanan dan harapan baru bagi masyarakatnya di akhir tahun ini.