Banjir Besar di Gaza Sangat Membara. Jalur Gaza baru-baru ini diterjang banjir besar akibat hujan deras dan badai musim dingin yang melanda sejak awal Desember. Ribuan tenda pengungsian terendam air, memaksa ratusan ribu warga yang sudah mengungsi bertahan dalam kondisi basah dan dingin. Badai ini memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah rapuh pasca gencatan senjata Oktober lalu. Banyak keluarga kehilangan barang-barang dasar, sementara risiko penyakit meningkat drastis karena air banjir bercampur limbah. BERITA VOLI
Penyebab dan Dampak Banjir: Banjir Besar di Gaza Sangat Membara
Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang datang bertubi-tubi, termasuk saat badai musim dingin melanda. Kawasan pengungsian banyak berada di dataran rendah penuh puing reruntuhan, sehingga air sulit surut dan menggenang cepat. Infrastruktur drainase rusak parah, membuat banjir semakin parah. Dampaknya langsung terasa: puluhan ribu tenda terendam, beberapa bangunan runtuh, dan setidaknya belasan orang meninggal akibat dingin ekstrem atau tertimpa reruntuhan. Anak-anak dan lansia paling rentan, dengan kasus hipotermia mulai muncul.
Kondisi Pengungsi yang Memburuk: Banjir Besar di Gaza Sangat Membara
Mayoritas pengungsi tinggal di tenda darurat yang tidak tahan air atau angin kencang. Saat banjir datang, kasur, pakaian, dan makanan basah kuyup, meninggalkan keluarga tanpa tempat kering untuk berteduh. Banyak yang terpaksa mengungsi lagi ke bangunan rusak atau pusat darurat. Situasi ini menambah beban psikologis, karena warga sudah lelah menghadapi pengungsian berkepanjangan. Air banjir yang tercemar limbah juga membuka risiko wabah penyakit seperti diare dan infeksi kulit.
Tantangan Penanganan dan Bantuan
Tim pertahanan sipil setempat berusaha evakuasi dan pompa air, tapi terhambat kekurangan peralatan dan bahan bakar. Bantuan tenda baru, selimut tebal, serta pompa air sulit masuk karena pembatasan akses. Organisasi internasional memperingatkan bahwa ratusan ribu pengungsi tetap berisiko tinggi jika hujan berlanjut. Upaya gotong royong dari warga lokal membantu sementara, tapi skala masalah ini butuh respons lebih besar dan cepat.
Kesimpulan
Banjir besar di Gaza menjadi pukulan baru bagi warga yang sudah lama menderita. Kondisi tenda terendam dan cuaca dingin menunjukkan betapa rapuhnya situasi kemanusiaan di sana. Dengan musim dingin masih panjang, diperlukan akses bantuan tanpa hambatan agar risiko lebih lanjut bisa dicegah. Pada akhirnya, solidaritas global menjadi kunci untuk meringankan penderitaan dan membantu pemulihan jangka panjang bagi masyarakat Gaza.