China Berikan Hukuman Mati ke Mantan Pejabat Senior

china-berikan-hukuman-mati-ke-mantan-pejabat-senior

China Berikan Hukuman Mati ke Mantan Pejabat Senior. China kembali tebas korupsi tingkat tinggi dengan vonis berat: Gou Zhongwen, mantan menteri senior Administrasi Umum Olahraga China (CGAS) dan anggota Komite Tetap Konferensi Politik Konsultatif Rakyat China (CPPCC), dijatuhi hukuman mati dengan masa percobaan dua tahun pada Senin (8 Desember 2025). Pengadilan Menengah Rakyat Yancheng, Provinsi Jiangsu, vonis Gou atas tuduhan suap dan penyalahgunaan kekuasaan yang rugikan negara miliaran yuan. Vonis ini, yang jarang dieksekusi langsung, jadi pukulan telak bagi elite politik China di bawah kampanye anti-korupsi Xi Jinping. Gou, 68 tahun, terbukti terima suap sejak 2009 hingga 2024, saat jabat wakil walikota Beijing dan kepala CGAS. Ini kasus terbaru dalam deretan eksekusi korupsi 2025, ingatkan bahwa tak ada yang kebal hukum di Beijing. BERITA BOLA

Latar Belakang Karier Gou Zhongwen: China Berikan Hukuman Mati ke Mantan Pejabat Senior

Gou Zhongwen naik karir cepat di birokrasi China. Lahir 1957 di Shandong, ia mulai sebagai pejabat olahraga lokal sebelum jadi wakil walikota Beijing 2008-2013, tangani Olimpiade 2008. Kemudian, ia pimpin CGAS 2016-2020, dorong eskalasi olahraga nasional termasuk esports sebagai cabang resmi ke-99. Sebagai anggota CPPCC sejak 2022, Gou wakili etnis dan agama, tapi jatuh setelah pensiun. Investigasi mulai 2023 ungkap ia bantu perusahaan olahraga dan proyek infrastruktur tukar suap. Pengadilan sebut Gou “serius merusak kepercayaan publik dan integritas pemerintahan,” dengan bukti transfer uang dan hadiah mewah. Ini pola familiar: pejabat olahraga sering kena jerat karena proyek besar seperti stadion atau turnamen.

Dakwaan dan Bukti di Pengadilan: China Berikan Hukuman Mati ke Mantan Pejabat Senior

Pengadilan vonis Gou bersalah atas 31 dakwaan suap, dengan nilai total lebih dari 100 juta yuan (Rp 220 miliar). Ia terima keuntungan tak wajar saat bantu bisnis operasi, persetujuan proyek, dan promosi jabatan. Bukti kuat: rekaman transaksi bank, kesaksian mitra bisnis, dan dokumen internal CGAS yang tunjukkan konflik kepentingan. Gou akui kesalahan, kembalikan seluruh suap, dan beri detail tambahan—faktor ringankan yang ganti vonis mati langsung jadi dengan reprieve dua tahun. Pengadilan konfiskasi seluruh aset pribadi Gou, privasi politik seumur hidup, dan sita keuntungan ilegal ke kas negara. Sidang tertutup sejak Mei 2025, tapi vonis dibacakan publik untuk efek jera.

Respons Pemerintah dan Dampak Sosial

Kampanye anti-korupsi Xi Jinping, yang sejak 2012 tangkap jutaan pejabat, lihat vonis ini sebagai kemenangan. Komisi Disiplin Pusat (CCDI) sebut Gou “contoh buruk” yang rusak citra olahraga nasional, terutama saat China siap Olimpiade 2028. Media negara seperti CCTV soroti vonis sebagai “peringatan tegas,” dorong pejabat introspeksi. Sosial, vonis picu diskusi online: netizen puji keadilan, tapi kritik sistem yang biarkan korupsi merajalela. Esports, di bawah CGAS, kena imbas—industri yang tumbuh pesat kini was-was regulasi lebih ketat. Ini lanjutan tren 2025: enam pejabat senior divonis mati, termasuk menteri pertanian Tang Renjian September lalu.

Kesimpulan

Vonis mati dengan reprieve untuk Gou Zhongwen jadi babak baru perang Xi Jinping lawan korupsi, dengan suap olahraga sebagai target empuk. Dari karir gemilang ke pengadilan Yancheng, cerita ini tunjukkan tak ada tempat bersembunyi bagi elite jatuh. Dampaknya luas: jera pejabat, tapi soroti lubang sistem. China maju dengan bersih, tapi korupsi tetap hantu—voni ini langkah tegas, harap tak ulang. Elite, waspadalah; rakyat pantas pemerintahan adil.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *