Kamboja Melakukan Bombardir di Perbatasan

kamboja-melakukan-bombardir-di-perbatasan

Kamboja Melakukan Bombardir di Perbatasan. Militer Kamboja diduga melakukan bombardir dengan mortir ke wilayah perbatasan Thailand pada 6 Januari 2026 pagi. Insiden ini terjadi di Provinsi Ubon Ratchathani, melukai satu tentara Thailand akibat pecahan peluru. Thailand menuduh Kamboja melanggar gencatan senjata yang baru berusia 10 hari sejak akhir Desember 2025. Kejadian ini menambah ketegangan di perbatasan kedua negara yang sudah berulang kali memanas sepanjang 2025. BERITA BASKET

Latar Belakang Konflik Panjang: Kamboja Melakukan Bombardir di Perbatasan

Sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand berakar pada garis demarkasi era kolonial Prancis-Siam yang tidak jelas sepanjang 800 kilometer. Konflik sering meletus di sekitar reruntuhan kuil kuno seperti Preah Vihear. Sepanjang 2025, bentrokan berulang menyebabkan puluhan korban jiwa dan ratusan ribu pengungsi. Gencatan senjata terbaru dicapai akhir Desember setelah mediasi internasional, tapi sering dituduh dilanggar kedua belah pihak. Insiden bombardir ini menjadi yang terbaru, meski Kamboja mengklaim sebagai kesalahan operasional.

Detail Insiden Bombardir Terbaru: Kamboja Melakukan Bombardir di Perbatasan

Menurut militer Thailand, tembakan mortir dari sisi Kamboja jatuh di wilayah mereka pagi hari, melukai seorang prajurit yang langsung dievakuasi. Kamboja membantah niat sengaja dan menyebutnya kesalahan teknis unit lapangan. Lokasi di Ubon Ratchathani termasuk area rawan sejak bentrokan sebelumnya. Insiden ini terjadi saat situasi relatif tenang pasca-gencatan, membuat tuduhan pelanggaran semakin serius. Belum ada korban jiwa dilaporkan, tapi ketegangan langsung naik.

Respons Kedua Negara dan Dampaknya

Thailand langsung menyatakan protes resmi dan meningkatkan kewaspadaan di perbatasan. Kamboja menjanjikan investigasi internal untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Kedua pihak saling tuduh sebagai pemicu, mirip pola sebelumnya. Dampaknya, warga di area perbatasan semakin was-was, meski belum ada evakuasi massal baru. Komunitas internasional, termasuk ASEAN, diharapkan kembali mediasi agar gencatan tidak runtuh total.

Kesimpulan

Bombardir yang diduga dilakukan Kamboja di perbatasan pada awal Januari 2026 menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian di wilayah sengketa itu. Meski baru melukai satu orang, insiden ini bisa memicu gelombang baru jika tidak ditangani cepat. Dialog bilateral dan pengawasan ketat jadi kunci untuk mencegah konflik berkepanjangan yang sudah merugikan banyak nyawa dan pengungsi. Harapan tetap pada komitmen gencatan senjata agar stabilitas kawasan terjaga.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *