Macron Akan Bertemu Pemimpin Jerman & Inggris di London

macron-akan-bertemu-pemimpin-jerman-inggris-di-london

Macron Akan Bertemu Pemimpin Jerman & Inggris di London. Ketegangan di Eropa Timur terus jadi sorotan dunia, dengan upaya diplomatik yang intensif untuk hentikan konflik Ukraina. Presiden Prancis Emmanuel Macron umumkan pertemuan penting di London pada Senin, 8 Desember 2025, bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Agenda utama: evaluasi negosiasi damai yang dimediasi AS, termasuk jaminan keamanan untuk Ukraina dan tekanan pada Rusia. Pengumuman ini datang usai serangan drone Rusia malam sebelumnya yang hantam infrastruktur energi Ukraina, tewaskan tiga orang di Kyiv. Macron sebut pertemuan ini “krusial” untuk pastikan perdamaian tahan lama, di tengah gencatan senjata rapuh sejak Juni. Bagi pemimpin Eropa, ini langkah solidaritas—Ukraina tak sendirian, meski negosiasi AS di bawah Trump beri harapan campur kekhawatiran. BERITA BOLA

Latar Belakang Pertemuan: Macron Akan Bertemu Pemimpin Jerman & Inggris di London

Pertemuan ini lahir dari dinamika cepat pasca-pemilu AS November lalu. Macron, yang baru saja selesai kunjungan ke China, langsung koordinasi dengan Starmer dan Merz via telepon Jumat malam. Zelensky konfirmasi kunjungannya ke London Minggu pagi, bilang “kami diskusikan jaminan keamanan tanpa Rusia campur tangan”. Ini kelanjutan dari pertemuan Quad Eropa di Kyiv Mei lalu, di mana Macron, Merz, Starmer, dan Donald Tusk (saat itu PM Polandia) janji dukung Ukraina. Gencatan senjata Juni, mediasi AS, janji hentikan tembak-menembak, tapi pelanggaran lanjut—seperti serangan Rusia 6 Desember yang rusak rel kereta dan pembangkit listrik. Macron hantam keras: “Rusia kunci diri di jalan eskalasi, bukan damai.” Pertemuan London jadi platform koordinasi Eropa, hindari “pengkhianatan” AS seperti yang dikhawatirkan Zelensky.

Agenda Utama yang Dibahas: Macron Akan Bertemu Pemimpin Jerman & Inggris di London

Fokus utama: ambil stok situasi lapangan dan negosiasi AS. Macron tekankan “jaminan keamanan Ukraina tanpa Rusia tolak”—termasuk suplai senjata jangka panjang dari Eropa, seperti rudal jarak jauh dari Prancis dan jet tempur dari Jerman. Starmer, yang baru bentuk koalisi dengan Partai Buruh, janji tambah bantuan £2 miliar untuk rekonstruksi energi Ukraina. Merz, Kanselir baru Jerman pasca-pemilu CDU, soroti mineral kritis: “Kami tak biarkan Rusia kuasai coltan Kongo yang dukung M23.” Diskusi juga soal sanksi Rusia: Eropa tuntut beku aset lebih ketat, pakai €200 miliar untuk bantu Ukraina. Zelensky harap pertemuan ini hasilkan “paket dukung baru” sebelum Natal, termasuk akses Rafah dua arah untuk bantuan Gaza—hubungkan konflik Ukraina dengan Timur Tengah. Macron bilang: “Apa dipertaruhkan di Ukraina juga keamanan Eropa secara keseluruhan.”

Dampak pada Negosiasi AS dan Rusia

Pertemuan ini tekanan pada negosiasi AS-Rusia di Doha, yang dimulai Desember di bawah utusan Trump seperti Jared Kushner. Macron khawatir AS “bisa khianati Ukraina dan Eropa”, seperti transkrip Spiegel bocorkan Mei lalu. Rusia, yang serang infrastruktur malam Jumat, sebut gencatan senjata “sementara” sambil tuntut netralitas Ukraina. Starmer balas: “Kami tak terima diktat Kremlin.” Merz tambah: “Jerman siap tambah pasukan NATO di Baltik jika Rusia langgar.” Dampaknya luas: pasar energi Eropa naik 5 persen usai serangan Rusia, sementara Ukraina kehilangan 20 persen listrik nasional. Zelensky, yang kunjungi London untuk terima £1 miliar bantuan, harap pertemuan ini perkuat posisi Eropa di meja tawar AS. Ini juga sinyal ke China: Macron baru saja ingatkan Xi Jinping soal Taiwan, hubungkan Ukraina dengan Indo-Pasifik.

Kesimpulan

Pertemuan Macron dengan Zelensky, Starmer, dan Merz di London jadi langkah krusial Eropa untuk tekan damai Ukraina di tengah serangan Rusia yang kejam. Dari jaminan keamanan hingga sanksi aset, agenda ini tunjukkan solidaritas Barat—Ukraina tak boleh jadi korban negosiasi AS semata. Di musim dingin yang keras, gencatan senjata rapuh butuh dukung kuat; semoga Senin nanti hasilkan paket baru yang bawa perdamaian tahan lama. Bagi Eropa, ini bukan cuma soal Ukraina—ia soal selamatkan tatanan pasca-Perang Dingin. Harapannya, dialog menang atas rudal, dan Kyiv bisa rayakan Natal tanpa ledakan. Perdamaian layak diperjuangkan, demi jutaan nyawa yang tergantung.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *