Polri Bersihkan Gereja yang Terkena Bencana di Sumut

polri-bersihkan-gereja-yang-terkena-bencana-di-sumut

Polri Bersihkan Gereja yang Terkena Bencana di Sumut. Kepolisian Republik Indonesia mengerahkan personel untuk membersihkan gereja-gereja yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara pada pertengahan Desember 2025. Langkah ini diumumkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 19 Desember 2025, sebagai bagian dari upaya pemulihan menjelang perayaan Natal. Sebanyak 32 gereja di tiga kabupaten terdampak lumpur dan kerusakan akibat banjir bandang serta longsor, sehingga personel Polri dikerahkan untuk pembersihan agar tempat ibadah bisa digunakan kembali oleh umat. BERITA BOLA

Dampak Bencana terhadap Tempat Ibadah: Polri Bersihkan Gereja yang Terkena Bencana di Sumut

Bencana yang melanda Sumatera Utara sejak akhir November meninggalkan kerusakan luas, termasuk pada fasilitas umum seperti gereja. Di Tapanuli Selatan, Langkat, dan Tapanuli Tengah, 32 gereja terdampak parah dengan timbunan lumpur, material longsor, serta kerusakan struktural. Kondisi ini membuat banyak umat kesulitan melaksanakan ibadah rutin, apalagi menjelang Natal yang tinggal beberapa hari. Selain gereja, sekolah dan rumah warga juga rusak, tapi fokus pembersihan gereja menjadi prioritas untuk menjaga semangat keagamaan di tengah duka.

Upaya Pembersihan oleh Personel Polri: Polri Bersihkan Gereja yang Terkena Bencana di Sumut

Polri mengerahkan ribuan personel ke Sumatera Utara, bagian dari total 11.625 anggota yang ditugaskan di tiga provinsi terdampak. Mereka tidak hanya evakuasi korban dan distribusi bantuan, tapi juga gotong royong membersihkan gereja-gereja tersebut. Kegiatan melibatkan peralatan sederhana hingga alat berat untuk mengangkat lumpur dan puing. Langkah ini sesuai arahan presiden untuk mempercepat pemulihan, sekaligus menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang berduka.

Makna Kemanusiaan dan Toleransi

Pembersihan gereja oleh Polri menjadi simbol toleransi dan solidaritas antarumat beragama. Di wilayah dengan keragaman tinggi seperti Sumatera Utara, aksi ini memperkuat rasa persatuan, terutama saat momen Natal. Personel bekerja bahu membahu dengan warga dan relawan lain, tanpa memandang latar belakang. Hal ini juga memberikan trauma healing bagi korban, melihat aparat negara turun langsung membantu pemulihan tempat ibadah mereka.

Kesimpulan

Upaya Polri membersihkan gereja terdampak bencana di Sumatera Utara menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan pascabencana. Dengan fokus pada pemulihan tempat ibadah jelang Natal, langkah ini tidak hanya praktis tapi juga membawa harapan bagi umat. Di tengah tantangan besar bencana hidrometeorologi, aksi gotong royong seperti ini memperkuat ikatan sosial dan keyakinan bahwa bersama-sama, pemulihan bisa lebih cepat. Semangat ini diharapkan terus berlanjut untuk membantu seluruh korban bangkit kembali.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *