Rusia Luncurkan Serangan Drone ke Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Drone ke Ukraina

Rusia Luncurkan Serangan Drone ke Ukraina. Rusia kembali melancarkan serangan drone skala besar ke wilayah Ukraina pada malam 28 hingga dini hari 29 Januari 2026. Menurut laporan pertahanan udara Ukraina, Rusia mengerahkan lebih dari 140 drone Shahed-136/131 serta beberapa drone pengintai dan decoy. Serangan ini menargetkan infrastruktur energi, fasilitas militer, dan beberapa kota besar di Ukraina tengah serta barat. Hingga pagi hari ini, setidaknya 112 drone berhasil ditembak jatuh oleh pasukan pertahanan udara Ukraina, sementara sisanya mencapai target dan menyebabkan kerusakan signifikan di beberapa wilayah. Serangan malam ini merupakan yang terbesar dalam satu malam sejak akhir 2025 dan menunjukkan eskalasi intensitas serangan Rusia menjelang akhir musim dingin. INFO CASINO

Detail Serangan dan Target Utama Rusia dalam Luncurkan Serangan Drone ke Ukraina

 

Serangan dimulai sekitar pukul 20.00 waktu setempat (27 Januari malam waktu Kyiv) dengan gelombang pertama drone yang diluncurkan dari wilayah Kursk, Bryansk, dan wilayah pendudukan di selatan Ukraina. Drone Shahed terbang rendah dan mengikuti rute berliku untuk menghindari radar, sementara beberapa drone pengintai digunakan untuk mengalihkan perhatian sistem pertahanan udara Ukraina.
Target utama meliputi:
Fasilitas pembangkit listrik dan gardu induk di wilayah Kyiv, Kharkiv, dan Lviv.
Pangkalan logistik militer di sekitar Dnipro dan Zaporizhzhia.
Beberapa depot amunisi dan gudang bahan bakar di wilayah tengah.
Akibat serangan, sekitar 1,2 juta rumah tangga di wilayah Kyiv dan Kharkiv mengalami pemadaman listrik sementara. Beberapa gardu induk rusak parah dan memerlukan perbaikan berhari-hari. Di Lviv, satu fasilitas energi terbakar setelah terkena serangan langsung, meski api berhasil dipadamkan sebelum menyebar luas.

Respons Pertahanan Udara Ukraina dalam Peluncuran Serangan drone Rusia Ke Ukraina

Pasukan pertahanan udara Ukraina mengerahkan sistem Patriot, NASAMS, IRIS-T, dan mobile fire group untuk menangkal serangan. Menurut Angkatan Udara Ukraina, 112 dari sekitar 140 drone berhasil dihancurkan sebelum mencapai target—tingkat keberhasilan sekitar 80%. Beberapa drone Rusia juga jatuh di wilayah Belarus dan Polandia, memicu aktivasi sistem pertahanan udara NATO di perbatasan. Presiden Volodymyr Zelensky dalam pernyataan dini hari menyatakan: “Malam ini sekali lagi membuktikan bahwa Rusia terus berusaha menghancurkan infrastruktur sipil kami. Kami akan membalas setiap serangan dan terus memperkuat pertahanan udara.” Zelensky juga mengucapkan terima kasih kepada mitra Barat yang menyediakan sistem pertahanan udara tambahan dalam beberapa bulan terakhir.

Dampak dan Respons Internasional

Serangan malam ini menyebabkan kerusakan infrastruktur energi yang cukup signifikan, terutama di wilayah barat Ukraina yang selama ini relatif aman dari serangan langsung. Pemadaman listrik massal terjadi di Kyiv, Lviv, dan beberapa kota di sekitarnya, meski pasokan listrik mulai dipulihkan secara bertahap pada pagi hari. Tidak ada laporan korban jiwa sipil hingga saat ini, tapi beberapa pekerja fasilitas energi terluka ringan. Respons internasional cepat datang. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyebut serangan ini sebagai “upaya terus-menerus Rusia untuk menghancurkan infrastruktur sipil Ukraina” dan menegaskan dukungan NATO untuk memperkuat pertahanan udara Kyiv. Uni Eropa dan Amerika Serikat menyatakan siap memberikan bantuan tambahan berupa sistem pertahanan udara dan generator listrik darurat.

Kesimpulan

Serangan drone Rusia ke Ukraina pada malam 28–29 Januari 2026 menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir, dengan lebih dari 140 drone diluncurkan dan sebagian besar berhasil dicegat oleh pertahanan udara Ukraina. Meski kerusakan infrastruktur energi cukup signifikan, keberhasilan menembak jatuh mayoritas drone menunjukkan peningkatan kemampuan pertahanan Kyiv. Serangan ini juga mempertegas pola Rusia yang terus menargetkan fasilitas sipil menjelang musim dingin akhir, sementara Ukraina tetap bergantung pada dukungan Barat untuk memperkuat pertahanan udara. Situasi di garis depan dan wilayah belakang Ukraina masih sangat dinamis—dan malam ini sekali lagi membuktikan betapa pentingnya sistem pertahanan udara dalam perang modern ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *